Aq terbaring di tengah malam yg sepi,
Ɣªήğ Äϑä hanya cahaya sang rembulan yg mulai memudar,
Terhalang oleh awan2 tipis,
Namun sosok &» senyum itu tetap hadir walau berteman cahaya,
Semakin larut semakin dingin,
Kurasakan menusuk di nadi,
Namun qu tetap menanti walau sipatmu Ɣªήğ malu mengikat mu dalam cengkraman diammu,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar